Mechanical - Electrical Engineering

Sabtu, 21 September 2013

Insinyur Migas Indonesia Overseas

“Tenaga kerja minyak dan gas di Indonesia sudah terkenal hingga ke luar negeri. Saat ini, negara-negara produsen minyak di Timur Tengah berencana merekrut 600 insinyur di sektor minyak dan gas asal Indonesia.” – detikfinance

SKK Migas-K3S kelihatannya lebih senang memakai tenaga expat daripada tenaga sendiri yang kemampuannya banyak diatas expat tersebut. Tenaga lokal yang setara dengan expat kemungkinan upahnya lebih rendah, oleh karena itu mereka lebih dihargai daripada di negeri sendiri. Sedramatis inikah kondisi di negeri kita? Namun di satu sisi, bukankah dengan kondisi reversal seperti ini malah mendukung negeri sendiri yang sedang mengalami defisit neraca perdagangan yaitu Impor lebih besar daripada ekspor?

Sebenarnya apakah Kementerian ESDM ataupun SKK Migas menerima expat sepertinya hanya untuk posisi tertentu seperti Staf Ahli Menteri atau Staf Khusus sudah pernah dilakukan dengan meng-hire profesional namun tampaknya soal upah diadakan sendiri karena pasti tidak masuk dalam kategori yang ada di dalam Biro Kepegawaian. Malah Pertamina pernah berencana merekrut expat untuk bisnis Migas Hulu beberapa waktu yang lalu dan sudah sempat berjalan beberapa saat akan tetapi sekarang tidak terdengar kabar beritanya lagi.

Mengenai peluang kerja 600 insinyur Indonesia, mungkin KMI bisa masuk disini sebagai provider namun tentunya butuh dukungan banyak pihak. Ini bisa dimulai dari fresh graduate dimana KMI mempunyai program “KMI Goes to Campus” agar lebih mudah melakukan kerjasamanya kemudian dengan dukungan SKK Migas, kita dapat buatkan pelatihan selama enam bulan dan on the job training selama enam bulan di lokasi kerja K3S diseluruh Indonesia untuk menambah pengalaman lapangan, setelah itu dapat diterjunkan di “medan perang” baik di Indonesia ataupun di negara lain yang membutuhkan. Saat ini baru satu orang yang bersedia memberikan ilmunya senior KMI, yaitu Mohamad Abadi, trainer Migas yang sudah menjajaki berbagai perusahaan Migas Hulu.
Sumber : detikfinance

0 komentar:

Posting Komentar