Mechanical - Electrical Engineering

Rabu, 20 November 2013

Pembangunan 18 PLTU Merah Putih Dua Tahun Kedepan


Guna memacu penggunaan barang dan jasa dalam negeri sektor pembangkit sedikitnya ada 18 lokasi PLTU “Merah Putih” dengan total kapasitas 350 MW akan dibangun PLN dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Ke-18 proyek PLTU skala kecil yang seluruhnya berlokasi di luar Jawa-Bali tersebut merupakan proyek PLTU Merah Putih. Karena, selain dikerjakan putra putri terbaik bangsa Indonesia, juga material utama yang digunakan untuk membangun PLTU ini nyaris semuanya memanfaatkan produk-produk lokal. “Saat ini, material utama seperti boiler, generator, dan turbin untuk PLTU skala kecil sudah dapat diproduksi di dalam negeri,” ujar Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN. Bambang Dwiyanto,Minggu (27/10/2013).

Menurut Bambang, kondisi yang mendorong penggunaan produk lokal adalah kenyataan bahwa PLN membiayai pengeluaran investasi (capex) yang sangat besar setiap tahun. Realisasi capex PLN tahun 2012 saja mencapai Rp 50 triliun. Dari angka pengeluaran itu, hanya sebagian kecil yang dinikmati di dalam negeri. Sebagian besar belanja PLN selama ini mengalir ke luar negeri. Peralatan-peralatan kelistrikan selama ini didominasi produk impor. Bila dana sebesar itu bergulir di dalam negeri akan menciptakan “efek domino” yang sangat besar terhadap kemajuan perekonomian dalam negeri.

Bambang melanjutkan, sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik terbesar, tantangan besar PLN adalah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang rata-rata pertumbuhan 7 - 8 persen per tahun. Dibutuhkan dana investasi Rp 60 hingga Rp 70 triliun yang dibelanjakan PLN tiap tahunnya untuk membangun Infrastruktur kelistrikan demi memenuhi pertumbuhan listrik tersebut.


Sumber : Kemen ESDM

0 komentar:

Posting Komentar